LIGA ITALI

Buffon: Saya Tak Butuh Trofi Liga Champions

Jumat, 23 September 2022 | Ade Hery Ardian
Buffon: Saya Tak Butuh Trofi Liga Champions
Caption: Gianluigi Buffon belum pikirkan pensiun. (Sport Bild)

Disepakbola.com - Gianluigi Buffon akan selalu menjadi legenda sepak bola Italia, saat dia menjelaskan mengapa dia masih bermain untuk Parma di usia 44 tahun dan mengapa dia tidak 'membutuhkan delapan trofi Liga Champions untuk mengetahui seberapa bagus kualitasnya'.


Sang kiper berbicara selama Festival dello Sport di Trento tentang karirnya, yang masih berlanjut di Serie B meskipun faktanya dia akan berusia 45 tahun pada bulan Januari nanti.


“Saya terus bermain karena berbagai alasan. Karena saya masih merasa kuat dan kompetitif, karena saya merasa seperti mengambil bagian dalam zaman keemasan olahraga,” kata SuperGigi.


“Saya pada usia di mana saya bisa memutuskan untuk pensiun kapan pun saya mau, jadi saya mengendalikan situasi, tetapi pilihan saya selalu memiliki alasan di belakangnya. Saya kembali ke Parma karena saya adalah pria yang bahagia melihat betapa bangganya para penggemar memiliki saya di gawang mereka mengenakan warna Gialloblu lagi,” sambungnya.


Buffon memenangkan Piala Dunia 2006 bersama Italia dan trofi yang tak terhitung jumlahnya bersama Juventus, tetapi tidak pernah memenangkan Liga Champions atau Ballon d'Or.


Dia terkenal turun ke Serie B dengan Juventus setelah degradasi pada tahun 2006, hanya beberapa minggu setelah mengangkat trofi terbesar dalam sepak bola.


“Saya telah memenangkan begitu banyak dalam hidup saya, tetapi juga menyerah pada gelar lain. Saya senang telah berjuang untuk memenangkannya, tetapi secara pribadi saya juga mencapai kesuksesan dengan kasih sayang dari para penggemar,” ungkap Buffon.


“Dan saya tidak perlu misalnya delapan trofi Liga Champions untuk mengetahui seberapa bagus saya. Bahkan tanpa memenangkannya, saya tahu betapa berharganya saya,” tuturnya lagi.


“Saya menggunakan kritik sebagai bahan bakar, terutama semakin tua saya. Sebagai anak muda, mereka benar-benar menyakiti dan berisiko membuat Anda tidak stabil. Ketika Anda dewasa, Anda melihatnya sebagai insentif. Kadang-kadang, saya benar-benar membutuhkan kritik itu, dan mencatat dari siapa kritik itu berasal,” pungkasnya.

BERITA TERKAIT

LIGA ITALI

Catatan AC Milan Taklukkan Empoli, Krisis Cedera Semakin Parah

Kasihan, Milan ...

Senin, 3 Oktober 2022 | Ade Hery Ardian
LIGA ITALI

AC Milan Kembali Lirik Diogo Dalot yang Gratis Musim Depan

Akankah kembali ke Milan?

Minggu, 2 Oktober 2022 | Ade Hery Ardian
LIGA ITALI

Jika Ditinggal Leao, AC Milan Siap Bajak Dua Pemain Chelsea

Siapakah target Milan?

Jumat, 30 September 2022 | Ade Hery Ardian
LIGA ITALI

AC Milan Siapkan Kejutan di Jendela Transfer Januari?

Siapa saja yang akan dilepas?

Jumat, 30 September 2022 | Ade Hery Ardian
LIGA ITALI

Arkadiusz Milik Sebut Juventus Sebagai Klub Impian

Begini kata Milik ...

Rabu, 28 September 2022 | Ade Hery Ardian
LIGA ITALI

Alasan Milan dan Inter Sulit Membangun Stadion Sendiri

Begini ceritanya ...

Rabu, 28 September 2022 | Ade Hery Ardian
LIGA ITALI

Duo Milan Catat Rata-Rata Penonton Terbanyak, Juventus dan Bari Jadi Kejutan

Serie A bangkit?

Selasa, 27 September 2022 | Ade Hery Ardian
LIGA ITALI

Maignan Cedera, AC Milan Incar Kiper Fiorentina

Inikah pilihan Milan?

Selasa, 27 September 2022 | Ade Hery Ardian
LIGA ITALI

Stefano Pioli Punya Tiga Opsi untuk Gantikan Theo Hernandez

Apa yang akan dipilih Pioli?

Senin, 26 September 2022 | Ade Hery Ardian
LIGA ITALI

Giroud Ingin Perpanjang Kontrak dengan AC Milan?

Giroud masih termotivasi ...

Minggu, 25 September 2022 | Ade Hery Ardian

KLASEMEN

NO TEAMPoin
1
Arsenal FC logo
Arsenal FC 21
2
Manchester City FC logo
Manchester City FC 20
3
Tottenham Hotspur FC logo
Tottenham Hotspur FC 17
4
Brighton & Hove Albion FC logo
Brighton & Hove Albion FC 14
5
Chelsea FC logo
Chelsea FC 13

POPULAR

Subscribe to Our Newsletter

Be the first to get our latest updates